Saturday, 8 September 2012

Kue Balok Mang Uju, Nostalgia Camilan Jadul




Bandung - Di tengah banyaknya camilan modern serta populer di ranah kuliner Indonesia, camilan tradisional pun masih banyak yang mencari. Salah satunya kue balok.

Camilan yang konon sudah ada di era 80-an ini kembali populer, khususnya di Bandung. Sebuah jongko memopulerkan kembali kue balok ialah Mang Uju. Jongko berlokasi di bilangan Jalan Cihapit Bandung ini menghadirkan kembali kue balok jadul untuk Anda.

Sekilas, kue balok ini mirip kue pukis. Namun komposisi bahan dan cara memasak kue balok berbeda dengan kue pukis.

Sesuai namanya, kue balok memang memiliki bentuk seperti balok dengan ukuran lebih besar dari kue pukis. Cara memasak kue balok ini juga terbilang unik yakni menggunakan arang di bagian bawah, serta penutup bagian atas terbuat dari wadah yang diberi arang.

Selain mematangkan, arang berfungsi membuat aroma kue balok semakin sedap. Di kedai ini punya kue balok dibuat dengan racikan spesial.

"Kue balok kami itu adonannya kental karena tidak menggunakan air. Satu-satunya sumber liquid untuk mencairkan adalah dari susu murni fresh. Bahan-bahan lainnya adalah terigu, telor, gula murni, dan pengembang," ujar Fahmi Adam, pemilik kedai Kue Balok Cihapit.

Uniknya, meskipun sudah dingin dan disimpan selama satu hari. Tekstur kue balok ini tetap lembut tak mengeras. Tinggal hangatkan saja di microwave atau pan, kue balok Mang Uju bisa disantap seperti saat membeli.

"Dengan pemakaian bahan-bahan berkualitas, kue ini punya tekstur yang tetap lembut meski sudah dalam keadaan dingin. Tapi kami tidak memakai bahan pengawet," terang Fahmi.

Penasaran rasanya? Bisa datang ke Kue Balok Mang Uju, tepatnya di warung sate Cihapit, Jalan Cihapit, Bandung.
                                                      Sumber

Friday, 7 September 2012

Durian Bakar




Bandung - Durian, bagi penikmat raja buah ini, olahan apapun selalu menarik untuk diburu. Ide-ide segar dari produsen kuliner pun semakin kreatif untuk mengkreasikan durian menjadi makanan unik.

Salah satu olahan durian di Bandung adalah durian bakar 'asoy'. Jika biasanya durian dikenal menjadi olahan es krim durian, atau supp buah campur durian, kali ini durian disantap dengan suhu hangat.

Sang pemilik ide, Sonny, awalnya terinspirasi dari kelapa bakar. Kemudian ia terpikir untuk membuat durian bakar.

Mulanya, durian dibakar utuh bersama kulitnya yang tajam. Namun karena prosesnya memakan waktu lama sementara pelanggan terus berdatangan, akhirnya ia menggunakan alumunium foil yang digunakan untuk membungkus durian. Kemudian durian tersebut dibakar di dalam oven.

"Cita rasa antara durian yg dimakan langsung dengan yang tidak sama saja sebetulnya. Hanya lebih hangat, teksturnya juga jadi lebih lembut," ujar Sonny saat ditemui di kiosnya, Jalan Pasteur Bandung.

Benar saja, saat disantap rasa durian ini tidak berubah. Tetap manis dan legit. Sensasi hangat dan lembutnya tekstur durian menambah pengalaman baru menyantap durian dengan cara yang berbeda.

Tak hanya durian saja, satu porsi durian bakar Asoy diberi nasi ketan, kelapa muda, dan gula, krimer dan potongan buah.

"Kita kasih buah kiwi atau anggur. Cari buah yang rasanya sedikit segar agar tidak terlalu manis," tambahnya.

Kedai durian bakar yang sudah ada sejak 2 tahun lalu ini juga menyediakan ketan duren, es duren, dan bajigur duren. Satu porsi durian bakar, dibanderol Rp 20 ribu. Coba yuk!
                            Sumber