Wednesday, 21 September 2011

Sejarah Bakso




http://resepnengnayla.blogspot.com Pada akhir Dinasti Ming (awal abad ke-17) di Fuzhou, ada seorang pria bernama Meng Bo, tinggal di sebuah desa kecil. Dia berkepribadian baik dan berbakti kepada orang tuanya.

Bakti Meng Bo pada ibunya sangat diketahui oleh para tetangga. Suatu hari, ibunya yang sudah mulai tua sudah tidak dapat makan daging lagi, karena giginya sudah mulai tidak bisa makan sesuatu yang agak keras. Ini sedikit mengecewakan karena dia suka sekali makan daging.

Meng Bo ingin membantu ibunya agar bisa mengonsumsi daging lezat lagi. Sepanjang malam duduk, memikirkan bagaimana mengolah daging yang bisa dimakan oleh ibunya. Hingga suatu hari, ia melihat tetangganya menumbuk beras ketan untuk dijadikan kue mochi.

Melihat hal itu, timbul idenya. Meng Bo langsung pergi ke dapur dan mengolah daging dengan cara yang digunakan tetangganya dalam membuat kue mochi. Setelah daging empuk, Meng Bo membentuknya menjadi bulatan-bulatan kecil sehingga ibunya dapat memakannya dengan mudah. Kemudian ia merebus adonan itu, tercium aroma daging yang lezat.

Meng Bo menyajikan bakso itu kepada ibunya. Sang ibu merasa gembira karena tidak hanya baksonya yang lezat, tapi juga mudah untuk dimakan.  Meng Bo sangat senang melihat ibunya dapat makan daging lagi.
Kisah berbaktinya Meng Bo pada ibunya beserta resep baksonya, cepat menyebar ke seluruh kota Fuzhou. Penduduk berdatangan untuk belajar membuat bakso lezat pada Meng Bo.

Tuesday, 20 September 2011

Kue Keranjang

http://resepnengnayla.blogspot.com

Resep :

1 kg tepung ketan yang baru ditumbuk
600 gram gula pasir
keranjang kecil berukuran 10-12 cm, tinggi sekitar 7 cm

Cara membuat:

1. Gula dimasak dengan kira-kira 1 cangkir air sampai hancur dan lebih kental sedikit dari sirup. Tepung ketan diadoni dengan air gula yang sudah hangat kuku sampai adonan cukup untuk dipulung. Taruh di lelumpang, lalu tumbuk supaya adonan lebih halus.
2. Kemudian adonan dipindahkan di waskom lalu tambahkan air gula sedikit demi sedikit sambil adonan diuleni terus sampai rata. Baiknya mengadoni kue ini pada malam hari.
3. Keesokan hari, adonan dipindahkan ke keranjang-keranjang yang sudah dialas dengan kertas cellophaan atau daun pisang. Taruh di kelakat (langseng) lalu masak sampai matang. Waktu memasak kira-kira 3 jam dengan api besar.

Kue Keranjang B

Bahan Bahan Kue Keranjang B

600 gr beras ketan
4 cup air
4 cup gula pasir atau gula pasir dicampur dengan gula aren
1 cup air
2 sdm cuka
keranjang kecil-kecil berukuran 10-12 cm, tinggi sekitar 7 cm
kertas cellophaan atau daun pisang (1 cup > 225 cc).

Cara membuat:

1. Ketan dicuci bersih, rendam 1 malam, tiriskan. Pindahkan ke dalam blender, bubuhi 4 cup air lalu jalankan blender dengan kecepatan tinggi, selama 10 menit sampai adonan halus sekali.
2. Pindahkan tepung tersebut di serbet, keempat ujung serbet disatukan lalu diikat. Gantung supaya airnya menetes. Jika sudah tiris betul, taruh di tempat yang datar, letakkan beban berat di atasnya, supaya tepung menjadi padat sekali. Buka serbetnya, gumpalan tepung ini dipotong-potong setebal jari.
3. Didihkan 12 cup air di panci, masukkan potongan-potongan tersebut ke dalam air mendidih. Jika sudah terapung, masak dengan panci tertutup 2 menit lagi, lalu angkat dan tiriskan. Pindahkan ke waskom, di mana gumpalan-gumpalan yang sudah masak ini menjadi empuk sekali. Waktu sedang memasak gumpalan-gumpalan ketan, gula dimasak dengan dibubuhi 1 cup air dan 2 sdm cuka, apinya kecil-kecil saja, sampai gula mulai mengental agak berambut, lalu angkat.
4. Bubuhkan sedikit demi sedikit ke gumpalan ketan sambil diaduk-duk sampai rata betul, baru tempatkan ke keranjang-keranjang yang sudah dipersiapkan. Kukus dengan api besar sampai masak. Waktu mengukus kira-kira 3 jam.
                                      Sumber