Thursday, 3 November 2011

Membaca Saat BAB Berisiko Wasir

BAGI Anda yang gemar berlama-lama di toilet untuk buang air besar sambil membaca baik majalah, novel, atau koran, sebaiknya mulai sekarang Anda menghentikan kebiasaan tersebut.

Sebab, menurut penelitian, semakin lama Anda menghabiskan waktu untuk duduk di toilet, khususnya untuk membaca, Anda akan lebih berisiko menderita wasir (hemorrhoids) atau pembuluh darah yang membengkak di sekitar anus.

Kedengarannya memang seperti sebuah korelasi yang aneh, tetapi semakin lama Anda berada di kamar mandi, Anda akan lebih memberikan tekanan dan stres untuk buang air besar. Duduk terlalu lama di toilet juga dapat membatasi aliran darah di sekitar daerah dubur yang dapat memperparah wasir.

Yang patut dipersalahkan sebenarnya adalah pola makan yang kurang serat sehingga menimbulkan sembelit dan tinja yang keras. Seperti dikutip dari Everyday Health.com, para peneliti dari Los Angeles Medical Center dokter merekomendasikan 30 sampai 35 gram serat setiap hari untuk mencegah wasir. 


Sumber

Wednesday, 2 November 2011

Kurang Minum Air Picu Diabetes?

ORANG yang minum kurang dari dua gelas air setiap harinya lebih mungkin untuk mengembangkan kondisi kadar gula darah tinggi, menurut sebuah studi baru.

Ketika kadar gula darah seseorang terbilang tinggi, tetapi tidak cukup tinggi untuk digolongkan sebagai diabetes, dokter sering menganggap kondisi itu adalah pradiabetes.

Dalam studi ini, orang dewasa yang hanya minum setengah liter air, sekitar dua gelas atau kurang setiap hari lebih mungkin untuk mengalami peningkatan kadar gula darah dalam kisaran pra-diabetes jika dibandingkan orang yang minum lebih banyak air.

Tapi apakah hanya minum air akan mengurangi risiko masalah gula darah masih dipertanyakan.

Sebuah hormon yang disebut vasopressin disebut-sebut memainkan peran penting dalam kaitan ini, menurut para peneliti.

Vasopresin yang juga dikenal sebagai hormon antidiuretik membantu mengatur retensi air tubuh. Ketika kita mengalami dehidrasi, kadar vasopresin naik, menyebabkan ginjal untuk menghemat air. Tetapi penelitian menunjukkan bahwa tingkat vasopresin lebih tinggi juga dapat meningkatkan gula darah.

Reseptor vasopresin terdapat dalam hati, organ yang bertanggung jawab untuk memproduksi glukosa (gula) dalam tubuh. Studi ini juga menemukan bahwa orang sehat yang disuntikkan vasopresin mengalami lonjakan gula darah sementara.

Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (25/10), temuan ini didasarkan studi terhadap 3.615 orang dewasa Prancis yang berusia antara 30 dan 65 tahun dan memiliki tingkat gula darah normal pada awalnya. Sekitar 19 persen mengatakan mereka minum kurang dari setengah liter air setiap hari, sedangkan sisanya minum sampai 1 liter atau lebih.

Selama sembilan tahun berikutnya, 565 peserta studi mengalami kadar gula darah tinggi yang abnormal dan sebanyak 202 partisipan mengalami diabetes tipe 2.

Ketika peneliti melihat risiko peserta sesuai dengan asupan air, mereka menemukan bahwa orang yang minum setidaknya 17 ons air per hari 28 persen berisoko lebih rendah mengembangkan gula darah tinggi jika dibandingkan mereka yang minum kurang dari jumlah tersebut.

Memang Tidak ada hubungan statistik yang kuat antara asupan air dan risiko diabetes, namun satu penjelasan untuk kaitan tersebut yakni sedikit minum air dan terlalu banyak minum minuman manis bisa menyebabkan kenaikan berat badan dan mengganggu system gula darah.



Sumber