Wednesday, 19 August 2009

Kuliner Gunung Rinjani

Menjelajahi Gunung Rinjani, tentulah butuh energi besar. Dua menu khas Desa Senaru di kaki Gunung Rinjani ini patut menjadi sajian pengisi perut Anda.

Pernah menjajal menu yang menggunakan batang pisang? Di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok, ada satu menu yang menggunakan bahan ini. Sayur ares namanya.

"Biasanya sayur ares dihidangkan saat acara perkawinan dan acara adat,
Di Senaru, batang pisang yang diolah sayur ares bukanlah berasal dari pohon pisang yang sudah berbuah. batang pisang dari pohon yang sudah panen tidak menghasilkan rasa sayur ares yang nikmat.

Pohon pisang sengaja ditanam hanya untuk diambil batangnya yang masih muda, berumur sekira 3-4 bulan. Biasanya, pisang yang ditanam adalah pisang emas ataupun pisang kepok. Satu porsi sayur ares membutuhkan 3-4 batang pohon pisang.

Cara membuatnya mudah saja. Batang pohon pisang yang telah diambil kemudian dipotong-potong kasar sambil dibersihkan serat-seratnya. Rendam dalam air garam sekira 15 menit. Tiriskan.

Bumbu-bumbu yang diperlukan, adalah kemiri, bawang putih, bawang merah, cabai rawit, cabai merah besar, lengkuas, jahe, lada, garam, dan terasi. Haluskan semua bumbu. Tak ketinggalan, air kaldu daging dan santan. Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan santan, masak sekira 30 menit, dan angkat bila sudah matang.

Ada lagi satu menu yang biasanya mendampingi sayur ares pada acara- acara spesial. Namanya jejeruk, yang bahan utamanya adalah daun singkong dan daun pepaya muda.

Cara mengolahnya pun tidak rumit. Daun pepaya dan daun singkong muda direbus hingga matang. Kemudian, cincang halus kedua daun. Sementara itu, rendam kecambah di dalam air dingin hingga cukup lunak. Dibutuhkan juga potongan kasar dan parutan halus kelapa muda. Campurkan semua sayuran bersama bumbu halus yang sama dengan bumbu sayur ares.

Kedua sayur khas Lombok tersebut biasanya juga disajikan bersama sate luh-luh dan ayam pelecing. Sate luh-luh juga menggoda, aroma rempah dan bakaran ikan lautnya disajikan tanpa bumbu kacang ataupun bumbu kecap.



                                                             Sumber

Tuesday, 18 August 2009

Ragam Sambal Nusantara


Makan sambal ini memang kebiasaan yang turun temurun. Setiap daerah di Indonesia juga memiliki sajian khas sambal masing-masing. Tetap menggunakan cabai sebagai bahan utamanya, sambal yang berasal dari provinsi-provinsi Indonesia ini divariasikan sehingga menciptakan kombinasi rasa yang menggugah selera. Mau tahu apa saja sajian sambal nusantara?

1. Sambal Lado Mudo
Sambal khas Minang ini lebih dikenal dengan sebutan sambal ijo karena memang warnanya yang hijau didapat dari penggunaan cabai hijau dan tomat hijau yang direbus bersama dengan bawang merah serta bawang putih. Setelah matang kemudian tambahkan sedikit garam lalu haluskan dan masukkan ke dalam penggorengan dengan minyak panas. Sambal ini selalu tersedia di setiap rumah makan Padang dan cocok dimakan dengan nasi, daun singkong rebus serta lauk pauk khas daerah Sumatera Barat lainnya.
2. Sambal Dabu-Dabu
Sambal asal Manado ini terkenal sangat pedas karena terdiri dari potongan cabai rawit yang agak besar. Cabai tersebut dicampurkan dengan tomat dan bawang merah yang sudah dipotong-potong lalu diberi perasan jeruk nipis, garam dan sedikit minyak sayur. Sambal ini sangat cocok dimakan dengan ikan bakar atau seafood.
3. Sambal kacang
Terbuat dari kacang dan cabai yang ditambahkan dengan sedikit kecap, gula merah dan garam. Biasanya dimakan dengan mendoan, otak-otak, tahu isi atau nasi uduk. Sambal ini juga disebut sambal pecel oleh orang-orang Jawa Tengah dan biasa dicampurkan dengan pecel yaitu sayur-sayuran yang sudah direbus hingga layu.
4. Sambal kecap petis
Sambal ini berasal dari daerah Jawa Timur. Cara membuatnya sangat mudah, yaitu dengan mengulek kasar bawang putih, cabai rawit, petis udang dan sedikit garam lalu tambahkan kecap manis. Biasanya disantap sebagai teman makan ikan bandeng atau tempe mendoan.
5. Sambal matah
Cara membuat sambal khas Bali ini hampir sama dengan sambal dabu-dabu. Anda hanya cukup mengiris-iris halus bawang merah, bawang putih, cabai rawit merah, daun jeruk purut dan bagian berwarna putih yang diambil dari batang serai. Beri air perasan jeruk limau. Setelah itu panaskan minyak, lalu goreng terasi hingga harum. Angkat kemudian aduk dengan bahan lainnya hingga rata.
                             
                                                              Sumber