Monday, 2 February 2009

Manfaat Makanan Pedas


Untuk memperoleh manfaat makanan pedas sebenarnya tidak hannya dari cabai saja, rasa pedas selain dari cabai juga bisa anda dapatkan dari merica, lada hitam, kunyit, dan berbagai macam bumbu dapur lainnya.

Ada beberapa manfaat makanan pedas untuk kesehatan yang mungkin belum anda ketahui. Untuk itu,disini maka saya rangkumkan beberapa manfaat makanan pedas bagi kesehaan untuk memperluas wawasan anda.

Berikut ini adalah manfaat makanan pedas untuk kesehatan :

Menyehatkan jantung
Menurut beberapa penelitian menyebutkan bila sering mengkonsumsi makanan pedas akan memperkecil prosentase terkena serangan jantung dan stroke. Hal ini disebabkan karena cabai merah dapat mengurangi efek merusak dari kolesterol jahat. Selain itu senyawa utama dalam cabai yaitu kapsaisin bisa berfungsi untuk melawan peradangan.

Menurunkan berat badan
Salah satu manfaat makanan pedas yaitu meningkatkan metabolisme dalam tubuh, sehingga sangat cocok untuk anda yang ingin menurunkan berat badan/diet.Menurut beberapa penelitian menunjukan bahwa senyawa yang terkandung didalam cabai yaitu kapsaisin memiliki efek termogenik yg dapat membakar kalori.

Mencegah kanker
Menurut American Association for Cancer Research, senyawa yang terdapat dalam cabai yaitu kapsaisin juga bisa membunuh beberapa sel kanker & leukimia. Sedangkan kunyit, yg dijadikan bumbu kari & mustar, bisa memperlambat penyebaran kanker & pertumbuhan tumor. Bila anda ingin hasil yang maksimal, kombinasikanlah dgn lada hitam untuk menyerap kunyit 2000 % lebih banyak.

Menurunkan darah tinggi
Rasa pedas atau panas pada lada dapat meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh. Sementara vitamin A dan vitamin c bisa menguatkan dinding otot jantung. Kombinasi dari kedua hal ini akan menghasilkan sistem kardiovaskuler yang kuat.

Mengurangi stres
Manfaat makanan pedas bisa meningkatkan produksi hormon serotonin yang memberikan efek senang. Sehingga dapat membantu mengusir stess.

Itu adalah beberapa manfaat makanan pedas. Bila anda ingin mendapatkan manfaat makanan pedas namun tidak suka cabai, anda bisa menambahkan bumbu yang mengandung seng kedalam menu makanan anda untuk mendapatkan manfaat makanan tersebut, misalnya dengan memberi jahe, bumbu jinten atau ketumbar dalam makanan.
sumber 

Sunday, 1 February 2009

Sagu Makanan Khas Papua


Bagaimana Sagu didapatkan dan cara pengolahannya. Bagi masyarakat Papua, Sagu adalah salah satu hal yang terpenting dalam hidup mereka. Hanya sebagian kecilnya saja yang sudah mengenal beras atau nasi, sedangkan makanan pokok dan utama mereka tetaplah Sagu.Untuk memanen Sagu saja, masih banyak masyarakat Papua yang memulainya dengan upacara khusus. Hal tersebut adalah sebagai penghormatan dan rasa terimakasih atas hasil panen yang melimpah dan mampu mencukupi kebutuhan makanan bagi keluarga mereka.
Hamparan tanaman sagu di Papua, diperkirakan adalah yang terluas di dunia, dengan menguasai 85 persen total luas tanaman sagu di seluruh Indonesia. Papua adalah propinsi penghasil sagu terbesar, dan luasnya tak kurang dari 700.000 hektar lahan sagu.
Secara turun temurun, masyarakat Papua mampu memilih bibit sagu yang baik. Dan mereka secara tradisional bergantung kepada alam, serta mengolah sagu dengan tenaga manual. Alat-alatpun mereka ciptakan sendiri menyesuaikan dengan teknik pengolahan sagu yang mereka kuasai. Tak ada bantuan mesin, semuanya mereka kerjakan sendiri.
Tanaman sagu sudah bisa dipanen jika berumur dua sampai tiga tahun. Dalam satu keluarga, mereka bergotong-royong memanen sagu, dan akan mendapatkan sekitar 150 hingga 300 kilogram sagu yang bisa memenuhi kebutuhan makanan mereka selama dua minggu hingga satu bulan. Awalnya, pohon sagu ditebang dan kemudian batangnya dikuliti. Dengan menguliti batang sagu tersebut, didapatkanlah intinya, yang merupakan sagu yang berada di dalam pohon.
Inti pohon sagu tersebut kemudian dibelah hingga didapatkan ukuran yang lebih kecil. Setelah itu, diambil dan ditumbuk. Penumbukan sagu dilakukan dengan alat yang disebut pangkur. Pangkur ini bentuknya lancip, mirip dengan tombak pada ujungnya. Berbentuk menyerupai cangkul yang berfungsi menghancurkan sagu menjadi potongan kecil-kecil menyerupai serat. Yang selanjutnya kemudian dicampur dengan air. Pada proses selanjutnya, sagu akan mengendap dan memisahkan diri dari air, endapan tersebut yang akan dipadatkan dan dibentuk seperti bola atau lontong dan disimpan dalam wadah-wadah khusus.
Wadah khusus tersebut bernama tumang, sebuah keranjang yang terbuat dari rotan tempat menyimpan sagu yang dihasilkan dari pohon. Sagu kemudian dibakar agar lebih awet dalam menyimpan. Jika ingin makan, sagu dapat diolah menjadi bubur atau masakan lain. Lebih nikmat jika dimakan dengan ikan, hewan hasil buruan atau sayur mayor yang mereka temukan di hutan.
sumber